Feb 03

📝 Kader Harus Nampak Bugar

Meski usianya sudah senja, Ustadz Hasan Hudhaibi biasa menggunakan waktunya di sebuah taman yang berhadapan dengan kepala penjara, di situ beliau melakukan latihan olah raga dengan pakaian casual.
Salah seorang ikhwah ingin tahu rahasianya.
Ustadz berkata, “Biarkan saja mereka tidak melihat kita selain selalu cerah ceria dan selalu semangat agar mereka merasa bahwa apa yang mereka inginkan dari kita gagal total dan mereka tidak bisa mencapai apa-apa dari kita.

Belum sampaikah kepadamu sabda Rasulullah SAW.

رَحِمَ اللهُ امْرَأ أَرَاهُمْ مِنْ نَفْسِهِ قُوَّةً.
“Allah merahmati seseorang yang menunjukkan kepada mereka memiliki kekuatan.”

Qowiiyul Jismi, sebuah muwashafat yang tidak harus identik dengan usia muda. Di usia senja pun seorang kader, bahkan setiap muslim wajib memelihara kebugaran dan kesehatannya agar ia dapat menunaikan kewajiban ibadah dan dakwah secara sempurna, tidak terkendala oleh kondisi fisik yang tidak mendukung. Apatah lagi saat Islam dan kaum Muslimin berada dalam situasi konflik, ada musuh yang senantiasa berharap dan bekerja melemahkan Islam dan kaum Muslimin. Saat itu dihadapan mereka setiap muslim harus nampak sehat dan bugar, hingga saat musuh melihat seorang muslim dengan kondisi fisik demikian, terkesan olehnya izzahnya Islam. Islam yang kuat, Islam yang gagah, Islam yang sigap.
Tak heran jika Umar bin Khatthab pernah mengingatkan seorang yang berjalan loyo dan tidak bergairah, menampakkan tampilan zuhud dengan pemahaman yang keliru. “Mudah-mudahan Allah mematikan kamu, janganlah kau bunuh Islam dengan tampilanmu itu.”
Aizzatun alal kafirin…
Azillatun alal Mukminin…

Wallahu A’lam

Sumber: Miatu Mauqif min Hayatil Mursyidin, Muhammad Abdul Halim Hamid

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.