«

»

Oct 26

Indonesia Harus Berbenah Agar Bisa Berperan Global

IMG_20151025_121821Menjelang Musyawarah Pusat Informasi dan Pelayanan (MUSPIP) PKS, kader/simpatisan Partai Keadilan Sejahtera di Malaysia menyambut kunjungan Ketua Majelis Syura, Salim Segaf al-Jufri.

Acara berlangsung Ahad (25/10), di gedung pertemuan Kuala Lumpur. Ini merupakan kunjungan pertama Salim Segaf ke mancanegara sejak diamanahkan sebagai Ketua Majelis Syuro PKS, menggantikan Hilmi Aminuddin.

Memulai arahannya, Dr. Salim menyuntikkan semangat, “Kepemimpinan dunia Islam masa depan sangat mungkin dipelopori oleh negeri yang disebut zamrud khatulistiwa, Indonesia. Jika percaya, kita harus memenuhi sejumlah syarat bagi sebuah negara untuk menjadi pemimpin dunia, sekaligus memperbaiki kelemahan-kelemahan yang saat ini ada untuk menyongsong masa itu.”

Di antara syarat itu ialah kepedulian terhadap masalah global, misalnya konflik di Timur Tengah atau kondisi masyarakat Muslim minoritas di Asia dan Afrika. “Indonesia dapat memberikan alternatif perdamaian berdasarkan keadilan dan perlindungan terhadap kaum minoritas di tengah kemajemukan bangsa,” ujar Salim.

Disamping itu, Indonesia juga harus mampu menyelesaikan persoalan nasionalnya secara mandiri, dengan membuka kerjasama internasional. “Seperti penanganan masalah asap kebakaran hutan, kita harus cari akar masalahnya yakni pengabaian prinsip pelestarian lingkungan demi pembangunan ekonomi sesaat. Kita perlu melakukan mitigasi terpadu karena luasnya dampak asap, sehingga dukungan negara sahabat sangat apresiasi,” jelas Salim.

Secara khusus, Salim mendorong kader PKS untuk berperan aktif dalam memperbaiki bangsa, merapatkan barisan dengan memperkokoh persatuan nasional. Salim mendukung penuh Gerakan Nasional Tanggap Asap yang dipelopori DPP PKS sebagai wujud pelayanan dan pembelaan kepentingan publik. Anggota DPR Fraksi PKS telah menyumbangkan tambahan dana tunjangan senilai total Rp 700 juta untuk program mitigasi asap.

Kader PKS dan bangsa Indonesia secara umum perlu meningkatkan spritualitas individu, misalnya memanfaatkan waktu subuh dan sesudahnya, tidak meremehkan dosa-dosa kecil, dan memperbanyak istighfar. Agar terbentuk etos kerja tinggi dan kesanggupan melakukan koreksi.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *